Alkisah, ada seorang nenek tua baru pulang dari pasar melalui jalanan kecil. Tiba- tiba perutnya berontak dan keluarlah angin dari perutnya yang mulas itu dengan suara amat keras. Rupanya si nenek dipasar makan sesuatu yang merangsang keluarnya gas dilambungnya.
Ketika si nenek menoleh kebelakang, betapa terkejut dan kagetnya dia karena tepat dibelakangnya ada Nabi Muhammad SAW yang sedang lewat.
Masya Allah! Betapa malunya dia karena telah mengeluarkan GAS dengan suara teramat keras dihadapan Rasul Allah!!!. Maka dengan penuh rasa malu dan penyesalan yang luar biasa dengan wajah memelas si nenek meminta maaf kepada Nabi dengan suara bergetar: "Ya Rasulullah, maafkan aku yang telah membuang gas sembarangan dihadapan tuan tanpa kira- kira". "Apa?" Jawab Nabi. "Tolong keraskan suaramu karena aku agak tuli!!!".
Si nenek pun beberapa kali minta maaf kepada Nabi dengan suara agak lebih dikeraskan. Namun beberapa kali pula Nabi menyatakan beliau agak TULI.
Maka si nenek pun tersenyum puas dan bersyukur karena Nabi ternyata agak tuli sehingga beliau tidak mendengar suara gas perutnya yang keras itu.
Si nenek pun mengucap: Alhamdulillah, ternyata Rasul tidak mendengar kentut saya yang tak bertata kesopanan itu.
Padahal Nabi tidak tuli, Nabi mendengar suara gas yang keras itu. Namun Nabi pura- pura tuli untuk menjaga perasaan si nenek. (Ma'had islam terpadu Al-khaeriyyah)
Komentar
Posting Komentar